5 Feb 2012

Susunan Karya Ilmiah

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menurut para pendapat tokoh, perkecambahan biji merupakan bentuk awal embrio yang berkembang menjadi sesuatu yang baru yaitu tanaman anakan yang sempurna menurut Baker, 1950. Sedangkan, menurut Kramer dan Kozlowski, 1979, perkecambahan biji adalah proses tumbuhnya embrio atau keluarnya redicle dan plumulae dari kulit biji.
Dalam perkecambahan, biji selalu mengalami pertumbuhan dan mengalami perkembangan. Pertumbuhan adalah proses kenaikan volume karena adanya penambahan substansi (bahan dasar) yang bersifat irreversibel (tidak dapat kembali). Sedangkan, perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan yang tidak dapat diukur. Pertumbuhan dalam suatu perkecambahan biji dapat langsung diukur apabila tunasnya sudah keluar dan tumbuh. Sama halnya dengan pertumbuhan, perkembangan juga dapat dilihat dari tunas/awal, hanya saja tidak diukur melainkan melihat apa saja struktur tubuh kecambah yang mulai ada dari awal/tunas. Seperti pada awalnya, berkembang batang, akar, dan sebagainya. Pertumbuhan dan perkembangan suatu kecambah biji akan selalu berbeda-beda tergantung media tanam yang dipakai dan unsur-unsur yang terdapat dalam media tanam tersebut.
Media tanam merupakan media/tempat dimana tanaman/biji dapat tumbuh dan berkembang didalamnya. Contohnya seperti tanah, air, kapas, dan sejenis lainnya. Saat ini, di kehidupan sehari-hari atau dalam perkebunan, tanah selalu menjadi media tanam bagi benih yang akan ditanam. Tapi, dalam kegiatan penelitian, siswa-siswi selalu memakai kapas untuk perkecambahan biji mereka. Sedangkan, media tanam yang menggunakan air biasanya dikhususkan untuk tumbuhan hidroponik.
Dalam hal ini, dapat terlihat bahwa kegunaan antara berbagai media tanam itu berbeda-beda. Tidak hanya kegunaannya saja tapi pengaruhnya terhadap perkecambahan suatu biji. Pengaruh tersebut dapat disebabkan karena setiap media tanam mengandung unsur-unsur dan struktur yang berbeda-beda.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah perbedaan jenis media tanam berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau?
2. Mengapa jenis media tanam berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau?
3. Bagaimanakah Pengaruh Berbagai Media Tanam terhadap Kecepatan Perkecambahan Biji Kacang Hijau?
I.3 Tujuan Penelitian
1. Mengetahui pengaruh jenis media tanam terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau.
2. Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.
3. Mengerjakan tugas yang di berikan oleh guru pembimbing.
I.4 Manfaat Penelitian
1. Meneliti pengaruh jenis media tanam terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau.
2. Menambah wawasan serta pengetahuan baru bagi para pembaca.
3. Mengetahui jenis media tanam yang baik terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau.
I.5 Hipotesis
Tanaman kacang hijau yang diberikan media tanam jenis tanah lebih baik pertumbuhannya dibandingkan media tanam jenis kapas, karena tanah lebih bersifat liofil daripada kapas dan pori-pori tanah lebih besar daripada pori-pori kapas.
BAB II
Kajian Teori
2.1 Tumbuhan
Tumbuhan adalah makhluk hidup yang berinti sel dan memiliki klorofil. Tumbuhan ( Plantae ) adalah semua tumbuhan multi seluler (banyak sel) dari yang sederhana sampai yang paling kompleks.
Ciri-ciri umum dari kingdom plantae yaitu : selnya bersifat eukariotik (memiliki selaput inti), dinding selnya tersusun oleh selulosa, dan bersifat autotrof. Kingdom plantae terdiri atas tumbuhan lumut (bryophyta), tumbuhan paku ( pteridophita), dan tumbuhan biji (spermatophyta). Tumbuhan biji terbagi menjadi tumbuhan biji terbuka (gymnospermae) dan tumbuhan biji tertutup (angiospermae). Perkecambahan biji ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: air, suhu, oksigen, dan cahaya.
2.2 Kacang Hijau
Kacing hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebgai sumber bahan mkanan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menenpati urutan ke 3 terpenting sebagai tanaman pangan legume, setelah kedelai dan kacang tanah. Bagian paling bernilai ekonomi adalah bijinya. Kecambah kacang hijau menjadi sayuran yang diumum dimakan di kawasan Asia Timur, dan Asia Tenggara dan dikenal sebagai Tauge.





2.3 Tanah
Banyak media tanam yang bisa dipilih untuk tanaman kita. Meskipun begitu, sebagian besar kegiatan pertanian dan pertamanan sampai saat ini masih bergantung kepada tanah. Mahluk-mahluk hidup di dalam tanah membantu memecah materi sisa tumbuhan dan bangkai hewan menjadi zat hara, yang kemudian diserap oleh akar tumbuhan. Jarang sekali kegiatan pertanian memakai media kapas, terkecuali para siswa yang akan melakukan penelitian biologi.
Dalam media tanam / tumbuh, tanah memiliki peran yang penting di bidang pertanian maupun perkebunan. Sebelumnya, dijelaskan terlebih dahulu, sifat fisik tanah dan apa saja yang terkandung dalam tanah sehingga menyebabkan tanah sering dipakai sebagai media tanam:
1. Profil tanah
Jika tanah digali sampai kedalaman tertentu, dari penampung vertikalnya dapat dilihat gradasi warna yang membentuk lapisan-lapisan (horison) atau biasa disebut profil tanah. Di tanah hutan yang dusah matang terdapat tiga horison penting yaitu horison A, B dan C.
a. Horison A atau top soil adalah lapisan tanah paling atas yang paling sering dan paling mudah dipengaruhi oleh faktor iklim dan faktor biologis. Pada lapisan ini sebagian besar bahan organik terkumpul dan mengalami pembusukan.
b. Horison B disebutkan juga dengan zona penumpukan ( illuvation zone ). Horizon ini memiliki bahan organik yang lebih sedikit tetapi lebih banyak mengandung unsur yang tercuci daripada horizon A.
c. Horizon C adalah zona yang terdiri dari batuan terlapuk yang merupakan bagian dari batuan induk.
2. Warna tanah
Warna adalah petunjuk untuk beberapa sifat tanah. Biasanya perbedaan warna permukaan tanah disebabkan oleh perbedaan kandungan bahan organik. Semakin gelap warna semakin tinggi kandungan bahan organiknya. Warna tanah dilapisan bawah yang kandungan bahan organik rendah lebih banyak dipengaruhi oleh jumlah kandungan dan bentuk senyawa besi (Fe). Didaerah yang mempunyai sistem darinase (serapan air) buruk, warna tanahnya abu-abu karena ion besi yang terdapat didalam tanah berbentuk Fe 2+.
2.4 Kapas
Kapas adalah serat yang berbulu putih yang dipintal menjadi benang. Kapas dihasilkan oleh pohon Gossypium. Penghasil kapas terbesar yaitu Amerika, India, Cina, Egypt, Pakistan.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Alat dan bahan
3.1.1 Alat
· Tanah
· 2 Botol aqua
· Penggaris
· Kapas
· Sarung tangan
3.1.2 Bahan
· Air
· Biji Kacang hijau
3.2 Cara kerja
3.2.1 Cara kerja tanaman kacang hijau dengan menggunakan tanah.
Ø Siapakanlah semua alat dan bahan yang diperlukan untuk memulai penelitian.
Ø Bersihkan botol aqua 1 yang akan digunakan untuk menanam kacang hijau. Setelah dibersihkan masukanlah tanah kedalam botol aqua 1.
Ø Taburkan beberapa biji kacang hijau kedalam botol aqua 1 yang telah diberi tanah, biji yang ditaburkan jangan terlalu rapat dengan jarak biji lainnya.
Ø Setelah itu siramlah biji kacang hijau yang telah ditanam di botol aqua 1 yang berisi tanah.
Ø Tempatkanlah tanaman tersebut di tempat yang cukup terkena sinar matahari, kemudian perhatikan perubahan pertumbuhan setiap harinya selama 14 hari.
Ø Jagalah tanaman tersebut agar tidak rusak sampai tugas penelitian yang diberikan selesai
3.2.2 Cara kerja tanaman kacang hijau dengan menggunakan kapas.
Ø Siapakanlah semua alat dan bahan yang diperlukan untuk memulai penelitian.
Ø Bersihkan botol aqua yang akan digunakan untuk menanam kacang hijau. Setelah dibersihkan masukanlah kapas kedalam botol aqua 2.
Ø Taburkan beberapa biji kacang hijau kedalam botol aqua 2 yang telah diberi kapas, biji yang ditaburkan jangan terlalu rapat dengan jarak biji lainnya.
Ø Setelah itu siramlah biji kacang hijau yang telah ditanam di botol aqua 1 yang berisi kapas.
Ø Tempatkanlah tanaman tersebut di tempat yang cukup terkena sinar matahari, kemudian perhatikan perubahan pertumbuhan setiap harinya selama 14 hari.
Ø Jagalah tanaman tersebut agar tidak rusak sampai tugas penelitian yang diberikan selesai
3.3 Metode yang digunakan
Ø Kuantitatif
NO
HARI
UKURAN
KETERANGAN
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

3.4 Variabel
3.4.1 Variabel Terikat
Menggunakan media tanam yang berbeda,dilakukan dengan cara biji kacang hijau di kapas dan daun.
3.4.2 Variabel bebas
Perbedaan kecepatan perkecambahan pada biji kacang hijau yang diukur setiap hari.
3.4.3 Variabel Terkontrol
upa jenis biji kacang hijau,suhu ruangan,intensitas cahaya yang sama, dan air.
3.5 Rancangan Peneltian
Perlakuan I : Biji kacang hijau ditanam pada media kapas
Perlakuan II : Biji kacang hijau ditanam pada media tanah.
3.6 Sasaran Penelitian
Menemukan media tanam yang cepat mempengaruhi perkecambahan biji kacang hijau.
3.7 Prosedur Pelaksanaan Penelitian
3.7.1 Menyiapkan alat dan bahan
Pada tahap ini kami akan menyiapkan peralatan dan bahan-bahan yang akan kami gunakan dalam penelitian ini.kami akan mempersiapkan media tanam ( tanah dan kapas ) dan biji kacang hijau.
3.7.2 Pelaksanaan Penelitian
Setelah menyiapkan semua alat dan bahan,selanjutnya adalah pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan dalam kurun waktu 2 minggu.Dalam penelitian ini kami mengukur, meneliti, dan menanggapi tentang pengaruh media tanam pada perkecambahan biji kacang hijau.
















3.8 Rencana Analisis Data
Data di analisa setelah kurun waktu yang telah di tentukan.Dalaam penelitian ini waktu yang di perlukan adalah 2 minggu. Data tersebut akan kami rata-rata sesuai dengan ketentuan. Setelah hasil analisa keluar,akan kami gunakan untuk menguji hipotesa kami.
3.9 Jadwal penelitian
Hari ke 1-2 : mencari alat dan bahan yang dibutuhkan
Hari ke 3 : mempersiapkan alat dan bahan
Hari ke 4-10 : melakukan penelitian
Hari ke 11-12: analisis data
Hari ke 13-16: membuat laporan
BAB IV
HASIL
4.1 Tabel pengamatan tanaman kacang hijau dengan member media
tanam berupa tanah.

NO
HARI KE
UKURAN (cm)
KETERANGAN
1
1
0.2
Tumbuhan mulai tumbuh
2
2
0.5
Tanaman mulai tumbuh
3
3
1.8
Tanaman mulai tumbuh batang dan bakal daun, tumbuh 4 batang,
4
4
8.5
Tumbuh 15 batang
5
5
11.1
Tumbuh 15 batang
6
6
12.4
Tumbuh 15 batang
7
7
13.1
Tumbuh 15 batang
8
8
13.6
Tumbuh 30 batang
9
9
14.2
Tumbuh 30 batang
10
10
15.0
Tumbuh 30 batang
11
11
15.8
Tumbuh 36 batang
12
12
16.3
Tumbuh 38 batang
13
13
16.7
Tumbuh 38 batang
14
14
17.1
Tumbuh 32 batang

4.2 Tabel pengamatan tanaman kacang hijau dengan member media
tanam berupa kapas.
NO
HARI KE
UKURAN (cm)
KETERANGAN
1
1
0.3
Tumbuhan mulai tumbuh
2
2
1.0
Tanaman mulai tumbuh
3
3
1.4
Tanaman mulai tumbuh batang dan bakal daun, tumbuh 6 batang,
4
4
8.9
Tumbuh 17 batang
5
5
12.0
Tumbuh 17 batang
6
6
13.0
Tumbuh 17 batang
7
7
13.9
Tumbuh 17 batang
8
8
14.3
Tumbuh 32 batang
9
9
14.8
Tumbuh 32 batang
10
10
15.5
Tumbuh 32 batang
11
11
16.2
Tumbuh 32 batang
12
12
16.7
Tumbuh 32 batang
13
13
17.2
Tumbuh 32 batang
14
14
17.8
Tumbuh 33 batang
Foto :
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Jadi, kesimpulannya adalah media tanam dapat berpengaruh terhadap kecepatan perkecambahan biji Kacang Hijau. Mulai dari daya intermolekul, tekstur media tersebut dan lain-lain. Apabila media tanam memiliki daya intermolekul yang kecil maka kecepatan perkecambahan juga akan lambat dikarenakan biji sulit dalam menyerap air. Sedangkan, apabila daya intermolekul besar maka sebaliknya. Sedangkan, dilihat dari tekstur, apabila media tanam memiliki tektur pasir atau kasar, maka akar akan sulit mendapatkan air dikarenakan tekstur pasir mudah kengalami kekeringan. Sedangkan, tekstur serat atau halus membuat akar mudah mendapatkan air karena kelembaban akan terjadi dalam jangka waktu lama.
5.2 Saran
Lebih baik dilakukan penelitian lebih detail mengenai unsur-unsur yang terkandung dalam media tanam. Perlu dilakukan penelitian kembali untuk mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan perkecambahan kacang Hijau.

DAFTAR PUSTAKA
Pratiwi, D.A., S. Maryati, Srikini, Suharno, & Bambang S. 2007. BIOLOGI untuk SMA Kelas X. Jakarta: Penerbit Erlangga
Drs.Gunomo,2009,Modul Siswa Biologi untuk SMA.Surakarta : PT. YUDHA DUT GRAFIKA
Drs.H.B.Dzulkarnain,2000,Cara menggunkan TOGA.Jakarta : PT. PENEBAR SWADAYA

1 komentar:

triyana pertiwi mengatakan...

terimakasih atas informasinya. Sekarang saya sedang melakukan penelitian penanaman kacang merah dgn kapas.
Bedanya ini adalah penelitian ditempat gelap dan ditempat terang. Baru 1 hari saya tanam dan keduanya blm tumbuh juga. Apakah kapas bisa ditanami kacang merah? Dan Apakah tanaman yang ditanam dgn kapas akan bisa tumbuh ditempat yang gelap?
Bagaimana cara melakukan penanaman yang baik dan benar?
Mungkin anda bisa berbagi pengalaman ke saya hehe.
Dan penelitian yang saya lakukan hanya 7 hari. Mohon bantuannya. Trimakasih

Posting Komentar

Tolong Di Comment Di Mari,Terima Masukan Dan Kritik..