5 Feb 2012

Cerpen Pejantan tangguh

PEJANTAN TANGGUH
Layaknya sang ilmuan yang mencoba hal baru seperti Newton, Faraday, dan ilmuan lain, seorang bocah berumur 10 tahun ini ingin mengikuti jejak mereka menemukan suatu hal baru . Berawal dari hobi mencoba hal baru, bocah ini ingin pergi ke salah satu lintasan kereta api. Tentu keinginan tak semudah yang terpikirkan, karena tidak diizinkan kedua orang tua. Seperti pisces, zodiak yang dimiliki bocah ini, dengan kelihaian dia berhasil ke lintasan kereta api itu.

Tiba saat siang hari, bocah ini langsung melakukan aksi. Aksi itu disambut wajah heran orang lain di sekeliling lintasan kereta api. Tanpa menghiraukan bocah ini melanjutkan dengan menempelkan alat pendengaran di atas lintasan kereta api. Cukup lama menunggu, dia medengar getaran dari lintasan kereta api. Getaran semakin kencang, dan kereta terlihat. Orang yang berada di sekitar lintasan berteriak supaya dia menjauh dari lintasan. Tak di hiraukan atau sebab lain, bocah ini tidak menjauh dari lintasan. Superhero datang, seorang Waria yang cukup bahenol. Hampir kepala bocah ini terlepas dari tubuh, kalau tidak diselamatkan Waria bahenol itu. Ternyata keram penyebab kenapa bocah ini tidak menjauh dari lintasan saat kereta datang. Sang Superhero mengantarkan bocah ini ke rumah saat sore hari.
Rumah Susun Baru Tanah Pasir Blok M lantai 3 no. 7 tempat bocah ini tinggal. Pengalaman tak terlupakan, terselamatkan oleh Waria dari tabrakan kereta api yang hampir merenggut nyawa. Habis sudah anak ke 1 dari 3 bersaudara yang lahir pada 3 maret 1994 itu diomeli oleh Linda dan Dirman, orang tua bocah itu. Diam dan hanya menggurutu dalam hati saat omelan menghujam. Walau dia bisa dibilang hanya bocah ingusan, tapi semangat akan hal-hal baru sangat antusias.
Perasaan lega saat suara yang tak ingin dia dengar berhenti masuk ke lubang pendengaran. Bergegaslah dia untuk membersihkan serpihan-serpihan kotoran di tubuh. Saat sedang menikmati sensasi mandi sambil menyanyikan lagu favorit “balonku ada lima” versi milik sendiri. Tiba-tiba “jeklek” listrik padam, dan terjadi guncangan. Seketika itu juga bocah ini panik, dan berteriak minta lontong lontong lontong, saking panik. Tak ada sautan yang ada hanya jeritan liar minta tolong. Layaknya james bone yang berusaha keluar dari marabahaya, dengan cepat dia keluar rumah. Untung guncangan berakhir. Nafas menjadi lega, tetapi ada yang aneh. Orang sekitar tertawa terbahak-bahak, menunjuk kearah bawah bocah itu. Dilihat dirinya, tak ada satu helai benang yang menutupi tubuh. Si otong terlihat jelas bergantulan, betapa malu bocah ini.
Begitulah cerita masa kecil, laki-laki yang sekarang menginjak masa remaja. Identik dengan rasa ingin tahu yang begitu menggebu-gebu dimasa remaja, serasa sinkron dengan hobi mencoba hal baru milik laki-laki ini. Segelas kopi di pagi hari dengan sebongka roti merupakan favoritnya untuk menyambut hari-hari baru dan untuk melanjutkan hobi. Tetapi untuk ati dan ampela merupakan makanan yang berelawanan dengan mulutnya. Mungkin dia memiliki antivirus dalam indra pengecap, ati dan ampela seketika ditolak masuk ke dalam indra pengecap seperti virus yang masuk ke komputer yang di pasang antivirus.
Banyak keanehan dalam diri tetapi tidak sedikit pula kelebihan yang dimiliki. Mungkin Lelaki ini benar-benar memiliki sistem seperti antivirus pada komputer, antibiotik saja bisa menyebabkan alergi, walaupun hanya antibiotik yang mengandung “Penicilin”. Dari pada diberi antibiotik mungkin adanya orang tua lebih bisa menyembuhkan penyakit ketika virus, bakteri, dan kuman melanda. Orang tua baginya adalah jantung yang memompa aliran darah pada dirinya bahkan lebih dari itu. Betapa berarti orang tua di kehidupan laki-laki ini.
Bisa dibilang Pejantan Tangguh asal Tanah pasir, baru berjalan 2 minggu setelah libur sekolah. Lelaki remaja ini sudah menaklukan perempuan yang tadinya cuek menjadi luluh lantah dihadapan dia. Konsep dan teori soal percintaan yang didapat lelaki ini begitu jitu. Sudah banyak hati yang dilumpuhkan dengan panah asmara milikinya. Tetapi julukan yang menempel pada dirinya ini bukan hanya soal masalah merah jambu. Sosial juga sangat ahli di peraninya. Masalah bertubi-tubi tetap dia hadapi, meski terkadang lelah menghampiri dan rasanya ingin melarikan diri dari manusia.
Impian yang diperjuangkan dan didambakan “Menjadi sukses, kaya iman dan harta, yang terakhir membahagiakan orang tua”. Dilakukan hal apa saja (halal) untuk mengubah impian menjadi realita yang berujung harmoni kehidupan.
Ada beberapa saran untuk Pejantan Tangguh ini, tetap menjadi diri sendiri dengan mendengarkan kata hati kecil. Tak akan pernah berbohong yang disebut hati kecil dan tak akan pernah menyesatkan.

RIAN HERMAWAN “PEJANTAN TANGGUH”
EKKY YUDHA, November 2011.

3 komentar:

Anonim mengatakan...

haha...
bagus"

Sesuatu yang menarik mengatakan...

tq gan

No_Name mengatakan...

makasih mas brow

Posting Komentar

Tolong Di Comment Di Mari,Terima Masukan Dan Kritik..